Tahun Baru


Perjalanan bumi sudah mulai pada titik dimana awal perhitungan tahun mengitari matahari yang merupakan dasar dari perhitungan tahun masehi. Usia bertambah seiring dengan itu seberapa banyak yang telah kita lakukan untuk dirisendiri maupun orang lain. Ini saatnya saling memandang kedalam cermin introspeksi diri bermanfaatkah yang kita lakukan ataukah malah sebaiknya.

W


alaupun ini bukan perhitungan tahun islam ada baiknya kita merenungkan dan menjadikan kita menjadi lebih dewasa dan arif menghadapi segala tantangan dan cobaan yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.


Alangkah baiknya bila kita juga tidak mengabaikan tahun baru Hijriah yang sebentar lagi akan tiba.


Mohon maaf apa bila tulisan yang saya tulis menyinggung perasaan maupun terlalu tajam. Kita harus dewasa dan arif mau menerima kebenaran walaupun itu menyakitkan atau kebenran itu datang dari orang yang kita benci.

2 Komentar

  1. Dituliskan Januari 9, 2007 pada 11:31 am | Tautan Permanen

    Kebenaran itu relatif gak sih mas, sebenernya :-?

  2. Dituliskan Januari 11, 2007 pada 4:45 am | Tautan Permanen

    Manusia memandang kebenaran itu ralatif, tapi Sang Pencipta mengangap Kebenaran itu absolut karena Ia yg memiliki kebenaran tersebut.


Tulis sebuah Komentar

Alamat email kamu tidak akan pernah dipublikasi ataupun disebarluaskan. Ruas dengan tanda * harus diisi.
*
*