Haruskah di Maafkan??

Awal Hijriah ini selayaknyalah kita sejenak merenung dan introspeksi diri menjadikan hari ini  lebih bak dari hari kemarin. Dilema melanda masyarakat dan pemerintah negeri yang terbiasa bimbang dengan keputusan yang tak jeas ini, sehingga sesuatu yang jelas bisa dikaburkan.

 

S

esuatu mengganjal difikiranku dan ku tuangkan, ku pindahkan yang mengganjal itu disini. Anda mestinya sudah dapat menangkap apa yang saya bicarakan di sini. Berbaringnya mantan orang nomor satu ini menggema di semua media, keadaan fisiknya menjadikan perisai hukum yang sangat tebal sehingga tak ada yang berani menembusnya.

Terdengar sayup-sayup kata-kata agar kita memaafkan segala kesalahan beliau. Dari sini logis sepertinya bila seseorang melakukan kesalahan dan akan dimaafkan, biasanya terlebih dahulu ia mengakui kesalahannya. Oleh sebab itu, bagai mana kita bisa memaafkannya bila ia belum mengakui kesalahan yang ia perbuat.

Tak terhitung kekayaan yang dimiliki keluarga beliau namun, untuk biaya pengobatan dan perawatan masih juga dibebankan ke negara (uang rakyat). Bila memang demikian halnya mengapa tidak diperlakukan hal yang sama pada mantan presiden ke IV pada saat beliau sakit seperti yang dituturkan oleh anak mantan presiden ke IV tersebut.

Disini saya mengakui kesalahan saya membuat tulisan ini, oleh sebab itu mohon di maafkan. 

7 Komentar

  1. Dituliskan Januari 13, 2008 pada 10:54 pm | Tautan Permanen

    Kalau kondisinya dah stuck begini, gak mungkin di adili, gak KO juga.. hidup segan mati tak mau, saya prefer kata2 bijaksana: ’serahkan saja sama yang diatas’

    itung2, beliau juga banyak membantu berkembang nya negara ini lo. meskipun sekali lagi itung2, gak tau gedean kontribusi nya ke negara atau gedean pencuriannya :D

    tapi memang memaafkan itu gak mudah kan :D .

  2. Dituliskan Januari 14, 2008 pada 2:58 am | Tautan Permanen

    Kita maafkan tapi tidak kita lupakan kesalahan-kesalahannya yang KINI rakyat harus menanggungnya.

    -Ade-

  3. Dituliskan Januari 14, 2008 pada 4:53 pm | Tautan Permanen

    @sandymc
    Ga jelas tuh kalo diserahkan ama yang diatas, kan diatas ada macam2, ada atap, ada langit, bintang dan ada yg gelantungan.
    Allah SWT. aja maha pemaaf, tapi Ia memaafkan bagi orang yang bertaubat (mengakui kesalahannya dan tak akan mengulangi kesalahan tersebut).
    Jadi kita pun begitu, jika seseorang telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf sewajarnyalah kita memaafkan

    @Sayap KU
    Iya de.
    Kita tunggu aja pengakuan beliau dihadapan manusia atau dihadapan malaikat.

  4. Dituliskan Januari 17, 2008 pada 10:21 am | Tautan Permanen

    pada akhirnya kita juga akan dimintai pertanggung jawaban yang sama
    jadi kek nya siapin diri sendiri aja deh
    ====
    hehehehe lam kenal ya mas ;)

  5. Dituliskan Januari 18, 2008 pada 6:35 pm | Tautan Permanen

    @Jiki
    HeEh
    Siap komandan barisan ud di siapin tuh.

    Salam kenal jg

  6. Dituliskan Januari 25, 2008 pada 12:17 am | Tautan Permanen

    mungkin saya memberi saran aja agar eyang kakung memasang permintaan maaf yang gede di semua tipi swasta indonesia sehingga semua orang melihatnya…

    sekedar saran.. :lol:

  7. Dituliskan Maret 12, 2008 pada 10:06 am | Tautan Permanen

    iya nak saya maafkan…….hik …hik ….hik
    Salam kenal ya bo’ :-)


Tulis sebuah Komentar

Alamat email kamu tidak akan pernah dipublikasi ataupun disebarluaskan. Ruas dengan tanda * harus diisi.
*
*