Ngga Deh Ketipu Ama Marketing


Di jaman sekarang ini setiap orang harus
pintar-pintar mencari peluang untuk hidup. Tidak semua orang dapat dengan mudah
mendapatkan segala keinginannya, sehingga beberapa orang mencoba mencari
kelemahan orang lain untuk mendapatkan keuntungan dengan atau tanpa cara menipu

S

udah dua kali saya bertemu dengan seles penjaja
barang yang sama cuma orangnya yang berbeda, terkadang saya merasa kasihan tapi
terkadang juga kesal bagaimanapun itu adalah salah satu cara baginya untuk
mendapatkan nafkah.
setahu saya ada beragam
cara marketing menjual anunya barangnya:

  1. Menciptakan Market yaitu membuat
    situasi dimana konsumen menjadi sangat butuh terhadap barang tersebut.
    Contohnya: penjualan obat sakit perut maka si marketing mencemari semua
    sumur para konsumen sehingga mau tak mau membeli obat tersebut supaya sembuh.

  2. Memberikan Korting atau Potongan Harga
    yaitu menjual barang dengan cara dibawah harga jualnya (katanya). Contohnya:
    marketing sebelum menjual ia menaikan harganya dulu lalu dibuat seolah-olah
    harganya diturunkan.

  3. Memberikan Hadiah
    yaitu menyertakan barang yang sama maupuntang berbeda dalam satu paket
    pembelian. Contohnya: ini yang saya alami dua kali tersebut yaitu ia
    menawarkan barang beserta hadiahnya yang katanya geratis tapi diujungnya
    ternyata saya harus bayar juga.


ada yang mo nambahin silakan komen disini

 

Iklan

7 thoughts on “Ngga Deh Ketipu Ama Marketing

  1. renjanabiru Januari 9, 2007 pukul 11:29 am Reply

    Yang dimaksud pasti marketing yang di toko-toko itu yah. Yang nawarin barang-barang cepet rusak.

    Tapi gak semua Marketing seperti itu loh mas.

    Jangan memandang sebelah mata seorang “Marketing”

    *cuit cuiwww*

  2. Irwan Januari 11, 2007 pukul 4:57 am Reply

    Yg saya alami bukan yg di toko, tapi yg dateng ke rumah2 atau ke kantor2 gitu.

    Mohon maap ya untuk para marketing, makanya cobalah bersikap jujur dalam menawarkan produk.

  3. agorsiloku Januari 27, 2007 pukul 10:17 am Reply

    Walah judulnya serem amat. Marketing itu adalah seluruh isi dunia. Semua orang sebenarnya sedikit yang dibutuhkan, tapi banyak keinginannya. Karena marketerlah kehidupan menjadi dinamis. Mereka pantang berputus asa untuk menghidupi dirinya dan orang lain. Tenaga akunting, keuangan, produksi akan segera berhenti bekerja kalau para marketernya tidak bekerja. Mereka membangun seluruh “penipuan” terhadap dunia persepsi manusia. Mereka kaya sekali pada proses kreatif dimana manusia dilenakan oleh tipuan marketer. Mereka menciptakan kebutuhan dari kebodohan dan seluruh keserakahan. Marketer dan terutama salesman berada pada jajaran terdepan di medan pertempuran itu. Yang datang sebagai penjaja adalah bagian terdepan dari industri yang menipu, mereka juga kena getahnya (tapi yang di belakang meja tidak, padahal merekalah penipu sesungguhnya = pembuat produk). Oknum salesman bisa saja ada, dimanapun, di segala profesi, dari dokter, tukang sayur sampai presiden.
    Karena dunia persepsi adalah dunianya marketing, yang hanya berada pada belahan otak saja, maka manusia selalu dilenakan olehnya. Marketing mengolah persepsi menjadi uang.
    Contoh “penipuan”, beli minyak kelapa : Non Kolesterol. Sudah pastilah, nonkholesterol. Mbo ya kholesterol itu memang hanya dihasilkan dari lemak hewan, bukan lemak nabati.
    Diplomat adalah marketer negara, anggota dpr adalah marketer ideologi, dokter adalah marketer yang memotong-motong manusia berdasarkan kepentingan profesi.
    Ada dokter mata, dokter tht, dokter anestesi. Kelak, boleh jadi ada dokter gigi atas, dokter geraham, atau dokter ketiak….
    Banyak cara dalam dunia persepsi ini. Kejelian, membandingkan, mempelajari produk, jasa, adalah bagian yang memang mengharuskan : teliti sebelum membeli. Sebuah profesi dijalankan oleh penjaja, pada batas pengetahuannya, pada batas keterampilannya. Namun, memang selalu saja ada yang berprofesi secara negatif. Dimanapun, di garda dalam, maupun di lapangan. Ketika seorang penjaja berputus asa di tengah terik matahari atau derasnya hujan dan banjir, sedangkan target untuk menghidupi anak isterinya gagal diraih pada hari itu.
    Menipu bukan karena ia salesman/girl, bukan karena ia penjaja. Menipu adalah pekerjaan seluruh profesi, nyaris oleh begitu banyak manusia.

  4. Irwan Januari 29, 2007 pukul 4:51 am Reply

    Coba kalo bisa jujur khan hasilnya merupakan hasil yang halal.
    Tapi bila dengan cara menipu dan hasil menipunya teresebut diberikan untuk makanan dan dimakan oleh anak istrinya, bisa2 anak dan istrinya itu bakal jd penipu pula.

  5. mr.t Agustus 2, 2007 pukul 8:31 am Reply

    Hmmm..begitu ya…kalau yg menawarkan barang dengan maksa? itu sales apa preman ya?…saya sering banget ketemu dengan sales seperti ini, sudah saya sampaikan alasan secara halus untuk menolak tapi tetep ngotot…akhirnya saya bilang saja..anda mau jualan apa mau maksa(merampok)?…setelah dibilang begitu ngeloyor deh..so tegas saja kalau menghadapi orang-orang begini..kalau yg ngeyel!!

  6. Irwan Agustus 7, 2007 pukul 7:51 am Reply

    @ mr.t
    Bagus juga tu solusinya, tapi ga tega kayanya

  7. yubelium Januari 28, 2009 pukul 12:55 pm Reply

    baru beberapa jam lalu saya kena tipu oleh irwan uang rp.1.350.000,mudah2an saya orang terakhir yg ditipu oleh irwan..nmr telp yg dia pakai 087896041830 mungkin bisa disadap atau dilacak dimana posisinya agar dpt segera ditangkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: