De santai aja jangan tegang ya

Wow blog ini terasa sepi tak terawat ditinggal lama oleh pengelolanya yang malas berkata-kata dan tak pandai merangkai kata, karena dia memang bukan pujangga. Diandaikan rumah blog ini mungkin seperti rumah kosong yang telah berhantu, ku tulis post ini guna mengusir hantu yang bersemayam dirumah ku ini.
***
Dikala bersenda-gurau dengan teman-teman salah satu teman bercerita tentang pengalaman yang lumayan menggelitik, yang saya tidak sangka adalah ternyata peristiwa itu ternyata saya pun ikut didalamnya tetapi saya berada agak jauh, cerita ini ia pendam beberapa hari setelah itu baru ia menceritakannya.

B

egini ceritanya, kami pada saat itu ikut dalam suatu organisasi sosial, kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kegiatan sunatan masal. Kami hanya bertugas sebagai panitia membantu tim medis yang melakukan khitananan.

Tim medis terdiri dari dokter dan perawat atau mantri yang sesungguhnya tak tampak berbeda dari luarnya mereka semua berpakaian bebas pada saat itu, bertujuan untuk tidak membuat ketegangan para peserta. Reaksi para peserta bermacam-macam menjelang pelaksanaan ada yang ketakutan dan ada yang berusaha tenang walau diraut mukanya tampak kecemasan ditambah mendengar teman sebelah mereka yang menjerit padahal cuma baru diberi alkohol.

Kami pada saat itu bertugas membantu memegang peserta agar tak banyak bergerak. Seperti yang ditugaskan saya membantu tim medis melakukan tugasnya begitu pula teman saya, cuma disini kejadiannya berbeda dengan yang saya alami. Teman saya itu membantu seorang paramedic perempuan saya tidak tahu beliau ini dokter apa perawat sekilas dari kejauhan pelaksanaannya sama sesuai prosedur yang sudah mereka sepakati, tetapi secara detail penanganan bisa berbeda-beda. Pada saat itu paramedis tersebut melakukan prosedur pertama yang merupakan improfisasi yang bertujuan bagaimana agar peserta bisa tenang dan rileks, biasanya tindakan dilakukan dengan kata-kata yang membuat pasien tenang, sebenarnya tak ada yang aneh dari perkataannya tetapi bila disinergikan dengan gerakan inilah yang membuat kita geli dalam hati tapi malu untuk berkomentar. Singkatnya pada saat menengkan peserta paramedic perempuan itu berkata, “De santai aja jangan tegang ya.” Dari kata-kata itu tidak lah ada yang aneh dan lucu, tapi tindakan paramedic perempuan itu yang membuat ngilu teman saya, karena sambil berkata ia memegang-megang burung peserta yang mau di potong, inilah yang membiat teman saya berkomentar dalam hati dan tak sanggup mengutarakannya, dalam hatinya berkata “Mana bisa tidak tegang kalau dipegang-pegang kaya gitu, kalau saya diperlakukan seperti itu pun pasti sama kejadiannya”.

Saya jadi berfikir mungkin paramedic tersebut telah kelewatan tidak mengikuti mata kuliah yang membahas hal tersebut.

Iklan

13 thoughts on “De santai aja jangan tegang ya

  1. venus Juni 19, 2007 pukul 12:13 am Reply

    hahaha…kasian yang baru dipegang. pasti malu banget yak? 😀

  2. Irwan Juni 19, 2007 pukul 6:04 am Reply

    @Venus.
    Gimana ya naggepinnya situ bukan cowo sih.

  3. Evy Juni 19, 2007 pukul 7:28 pm Reply

    hahaha jadi inget temenku yg mau masukin kateter ga masuk2 gara2 kelamaan di pegang malahan berdiri…kucluk bener

  4. Irwan Juni 20, 2007 pukul 4:20 am Reply

    @ dr. Evy
    ya begitulah bu dokter pasti ud paham.

  5. chiw(ga sempet logi) Juni 21, 2007 pukul 8:21 am Reply

    orang – orang disini pada ngomongin apa sih…?

    *kedip – kedip*
    *pasang wajah lugu & polos*

  6. Irwan Juni 22, 2007 pukul 4:02 am Reply

    @ chiw
    Maap nih bukan bermaksud untuk menulis yg vulgar atau yg ngga2 ini sekedar menceritakan kejadian nyata.
    Ya intinya kita harus ber-hati2 pada yg “sensitif”
    😀

  7. si pemegang lisensi Juni 25, 2007 pukul 4:33 am Reply

    mas irwan lain kali jangan cerita spt itu lagi dong, karena aq juga pengen
    he…..he….

  8. si pemegang lisensi Juni 25, 2007 pukul 4:33 am Reply

    mas irwan dah disunat blom ?

  9. rafik Juni 25, 2007 pukul 4:48 am Reply

    mas irwan, kabarnya intan gimana ? sehat2x ajakan ?

  10. superkecil Juni 26, 2007 pukul 5:43 am Reply

    aih… adek2 saia yg laki2 juga padha takut disunat… ada yg malu, ada yg bener2 takut… gitu deh… eh, emangnya ngeri yah????

  11. Irwan Juni 27, 2007 pukul 5:50 am Reply

    @ si pemegang lisensi
    Koe podo wae karo Rafik
    Kalo temen2 mo tau siapa orangnya yg cerita ke saya itu yah beliau ini.

    @ Superkecil
    Disunat ga perlu takut ntar malah malu kalo ud tua belum sunat malah jd malu.
    Bilangin ama adek2 disunat itu ga sakit cuma kaya digigit semut sekampung

  12. the23wind Juli 2, 2007 pukul 7:08 am Reply

    wahh, adekku…moga besok khitanannya lancar2 aja…

  13. bangke Januari 25, 2008 pukul 1:39 am Reply

    Hag”

    jd ikutN tegank maybe tManMU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: